Category Archives: Uncategorized

TDP | 27 Agustus 2016 | Ciwastra Bandung

ken

Samprazaan

Halo akang dan teteh, kembali bertemu lagi dengan saya saya ken pradipta dalam laporan dokumentasi. Kali ini saya akan mengabarkan kegiatan tdp yang diadakan pada hari sabtu, yaitu di daerah ciwastra. Siang itu pukul 13:30 WIB, saya dan teh cici menuju lokasi menggunakan motor, sedangkan kang fajar dan teh dwi pergi ke lokasi menggunakan mobil, karena harus mengambil air 165 dan atera terlebih dahulu.

Tepat pukul 15:00 WIB, kami tiba di lokasi, dan mulai menerapi tuan rumah, tak lama beberapa tetangga mulai berdatangan, sebagian besar ibu ibu sambil membawa anaknya. Semua kami terapi, bahkan ada penderita diabetes bernama bapak taufik pun kami datangi ke rumahnya, karena rumahnya tidak jauh dari lokasi tdp. Total pasien yang hadir ada 15 orang.

tdp mthi ciwastra

Terima kasih MTHI yang telah memfasilitasi kegiatan tdp ini, semoga bermanfaat bagi semua, terima kasih pula pada akang teteh yang bersedia membaca laporan tdp yang singkat ini, sampai bertemu lagi di laporan tdp berikutnya, akhir kata saya ken pradipta pamit. Samprazaan .

MTHI Kembali ke Makassar 21 – 22 Agustus 2016

Menindak lanjuti kegiatan MTHI di Makassar sebelumnya, pada tanggal 21 sd 22 Agustus MTHI yang diwakili oleh Kang Sodik Koharudin kembali ke Makassar untuk memberikan pelayanan terapi dibantu oleh Kang Rudi satria yang berdomisili di Makassar.

Roadshow terapi meliputi tiga tempat  yaitu : Soppeng –> Sidrap –> Makassar.

Dengan basis pasien yang luas dan loyal, didukung dengan ketersediaan produk pendukung terapi Atera27, maka kunjungan ini menguatkan dasar untuk pendirian titik terapi MTHI di Makassar yang akan melayani pasien secara rutin. mari kita doakan MTHI segera hadir di Makassar.

 

TDP MTHI @ SMAN 2 Bandung dan Jl Meteor Ciwastra

kenSamprazaan

Hallo akang teteh, kembali bertemu lagi dengan saya ken pradipta di laporan dokumentasi tdp.

> 12 Agustus 2016

Titik kali ini yang dikunjungi adalah SMA 2 yang terletak di daerah Cihampelas Bandung. Pagi itu saya ke jalan Subang terlebih dahulu untuk mengambil dus air yang akan dikonsumsi oleh guru guru di SMA 2, sedangkan Kang Bismo sudah ada di SMA 2 sejak pukul 09:00 pagi. Saya tiba di lokasi sekitar pukul 10:00 dan langsung membantu Kang Bismo menerapi.

Saat itu guru guru yang hadir hanya sedikit, karena ada beberapa kelas yang sedang ada pelajaran olah raga, ditambah beberapa guru guru yang sudah bersiap untuk sholat jum’at. Jadi rata rata guru guru yang hadir adalah ibu ibu, rata rata keluhannya adalah kolesterol, dan asam lambung, tak lupa Kang Bismo melayani guru guru yang membeli air atera 27. Total pasien yang diterapi ada sekitar 13 orang, karena pasien amat sedikit, kegiatan tdp pun berakhir pukul 11:45 WIB.

>> 13 Agustus 2016

Titik kali ini yang dikunjungi adalah Jalan Meteor Raya di daerah ciwastra, siang itu pukul 14:00 WIB, Teh Dwi dan Kang Fajar sudah terlebih dahulu menuju lokasi dengan mobil, karena harus  membawa beberapa air minum atera 27 dan 165, sedangkan saya dan Ibu Heti menyusul menggunakan motor. Setibanya di lokasi tepat pukul 15:00 WIB, tuan rumah mengarahkan kami ke lokasi terapi yaitu di Masjis komplek.

Di sana sudah berkumpul beberapa ibu ibu yang telah menunggu kedatangan kami, kegiatan terapi pun dimulai, keluhan yang diutarakan pasien cukup beragam, mulai pengapuran, kolesterol sampai rhematik. Tak lama kang asep datang dan membantu kami menerapi, di tengah tengah kegiatan, tuan rumah menyarankan agar kegiatan tdp diadakan per 2 minggu sekali karena banyaknya antusias warga yang setuju dengan kegiatan tdp yang positif ini.

Tepat pukul 16:00, beberapa ibu ibu dari rumah sekitar pun berdatangan dan meminta diterapi, total pasien yang diterapi ada sekitar 18 warga. Kegiatan tdp selesai tepat pukul 18:00 WIB.

Terima kasih kepada MTHI, yang telah memfasilitasi semua kegiatan hari ini, semoga bermanfaat bagi semua, terima kasih juga kepada akang teteh yang telah bersedia membaca laporan tdp yang singkat ini dan mohon maaf apabila masih ada banyak kekurangan. Tetap ikuti laporan dokumentasi tdp berikutnya dengan tempat dan kisah yang berbeda, akhir kata saya pamit, sampai berjumpa lagi. Samprazaan

 

Tour de Pasien, Selasa 2 Agustus 2016 Guruminda, Jl Purbamanik

kenSamprazaan

Bertemu lagi dengan saya ken pradipta, kali ini saya akan mengabarkan kegiatan Tour de Pasien (tdp), yang diadakan di jalan purbamanik. Para terapis sudah mengetahui jadwal tdp yang sehari sebelumnya sudah di infokan oleh Kang Dani, untuk tdp hari selasa ini, yang datang ke titik guruminda ada 3 orang, yaitu Kang Sodik, Kang Iwan dan Kang Ken.

Saya datang tepat pukul 09:30 pagi, sedangkan tuan rumah rencana memulai pukul 10:00, saya datang terlalu dini, tepat pukul 10:00, tuan rumah membukakan pintu. Tak lama kang iwan datang dan para tetangga berdatangan pula, kami berdua pun mulai menerapi, sedangkan Kang Sodik akan menyusul karena di jalan subang masih ada beberapa pasien.

mthi terapi3

Sebenarnya saya ingin meliput, tentang testimoni pasien yang telah menjalani program kehamilan, tapi karena waktu itu para terapis yang datang tidak banyak, akhirnya saya ikut menerapi sambil sesekali mengambil gambar. Saya dan kang iwan, masing masing menerapi sekitar 15 pasien, kebanyakan adalah para ibu ibu muda, dengan usia dibawah 35 tahun, ada pula yang sampai berusia 45 tahunan.

Diantara mereka ada yang membawa anak kecil untuk ikut diterapi. Tak lama pukul 11:00, kang sodik datang dari jalan subang, lalu semua pasien yang hadir, diterapi ulang oleh kang sodik dan diantara mereka ada yang berkonsultasi, sambil menunjukan foto pasien dari handphone, untuk diterapi jarak jauh, kegiatan tdp ini berakhir pukul 13:30.

Sekian laporan tour de pasien yang bisa saya sampaikan kali ini, terima kasih kepada mthi, yang telah memfasilitasi kegiatan tdp ini, dan terima kasih pula kepada akang dan teteh, yang telah bersedia membaca laporan tdp yang singkat ini, dan mohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan. Tetap nantikan laporan tdp selanjutnya, dengan lokasi dan kisah yang berbeda. Samprazaan.

Terapi Energi, Kecapi, dan Gunung Ciremai

Suatu saat mungkin kita pernah datang ke suatu tempat dimana ditempat tersebut kita merasakan sensasi kenyamanan, keheningan, dan ketenangan. Apakah yang dimiliki oleh tempat tersebut hingga dapat mempengaruhi mood bahkan kebugaran kita ? Jawabannya adalah : frekuensi.

Sama dengan tubuh manusia, alam juga memiliki frekuensi sehingga keduanya dapat saling mempengaruhi. Pertanyaannya adalah bagaimana kita memanfaatkan frekuensi yang alam miliki ini kemudian mengemasnya dalam bentuk yang elegan sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

MTHI bekerjasama dengan CV Jagaraga mengembangkan kecapi kuningan yang ditujukan sebagai musik pengobatan. Ada dua nilai utama yang membuat kecapi kuningan menarik :

  1. Aransemen kecapi kuningan merupakan terjemahan dari frekuensi alam di titik – titik energi yang ada di Gunung Ciremai. Tiap titik energi ternyata memiliki frekuensinya sendiri sebagai kunci pembuka energi alam. Dengan nada yang tepat maka energi alam akan teraktifasi dan mengeluarkkan potensinya.Proses pencarian dan penerjemahan frekuensi alam menjadi aransemen musik kecapi merupakan kisah tersendiri yang menarik dimana tim melakukan proses penerjemahan langsung di mata air, danau, dan puncak gunung untuk menghasilkan aransemen original sesuai dan selaras dengan kehendak alam.
  2. Instrumen kecapi kuningan pada mulanya menggunakan instrumen kecapi yang umum, namun kini sevcara bertahap mulai dibuat instrumen kecapi khusus khas kuningan yang belum pernah ada sebelumnya.

Jika musik klasik dipercaya memiliki pengaruh pada tingkat kecerdasan, maka kecapi kuningan dengan 9 aransemen dasarnya akan mencadi musik terapi yang tidak hanya merdu dan indah yuntuk dinikmati namun juga memiliki efek terapi pengobatan.

Karena kita percaya bahwa ada komunikasi yang intens antara kita dan alam.

TIMELINE

  • November 2014 konsep kecapi kuningan untuk terapi bergulir
  • 2 Mei 2015 Konser uji coba kecapi kuningan @ Gn Ciremai
  • September 2015 Konser kecapi dihadapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

divider line

terapi-kecapiBisnis.com, KUNINGAN, JABAR — Alunan irama kecapi klasik abad ke-19 mengalun merdu di lereng Taman Nasional Gunung Ciremai. Resonasi yang dihasilkan membentuk kombinasi indah antara seni budaya dan bentang alam pegunungan.

Para pengunjung dibuat terlena oleh alunan syahdu yang dihasilkan dari setiap petikan kecapi. Bahkan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasinya dalam sebuah prasasti bertinta emas.

“Suatu bentang alam memiliki ruh yang disebut archipelago landscape. Di lereng 800 meter Gunung Ciremai kita menyaksikan hal tersebut. Dengan alunan kecapi yang dengan bersama angin terjadi resonasi indah yang saya percaya bersahutan dengan areal yang lebih luas di masyarakat. Ini juga yang kita sebut ekosistem yang ideal. Mensejahterakan masyarakat dengan kombinasi alam dan budaya,” tulisnya dalam prasasti ketika mengunjungi Taman Nasional Gunung Ciremai, akhir pekan lalu.

Pengurus Taman Nasional Gunung Ciremai sengaja ingin melestarikan kembali budaya masyarakat lokal yang dikemas dalam suguhan wisata alam.

Hal tersebut dilakukan untuk menjadi daya tarik bagi para turis sekaligus memberdayakan dan mensejahterakan warga sekitar.

Kepala Balai TNGC Padmo Wiyoso mengatakan permainan kecapi ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya lokal yang berpadu dengan alam.

Musik kecapi klasik abad ke-19 tersebut menurutnya setara dengan lagu I Fall in Love yang dibawakan oleh musisi klasik Eropa.

“Kami berharap simfoni kecapi yang dipadukan dengan keindahan alam di Taman Nasional Gunung Ciremai ini bisa menjadi salah satu cara untuk menyedot perhatian wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Suguhan partitur kecapi yang dialunkan di beberapa titik alam pegunungan Ciremai ini pun dipercaya dapat menjadi terapi.

Ashari, Terapis Kecapi, mengatakan terdapat setidaknya tujuh lokasi terapi kecapi yang dapat dinikmati oleh para wisatawan mulai dari lereng, mata air, hingga air terjun di Taman Nasional Gunung Ciremai.

Jika dimainkan akan mengalirkan energi bagi yang mendengarkan bahkan dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit.

Beberapa waktu lalu, pihaknya pernah menyuguhkan permainan terapi kecapi kepada rombongan pasien asal Bandung yang ingin diterapi.

“Dengan ini pasti ke depan ketika orang ke Ciremai tidak hanya mendaki dan foto selfie tapi ada potensi lain yang diperkenalkan (terapi kecapi) dan ini belum ada di tempat lain. Kalau bisa ini menjadi contoh sinergi antara alam dan masyarakat dengan cara baru,” ujarnya.

Wisata terapi kecapi yang baru dimulai sekitar enam bulan terakhir ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan dan kian diminati para wisatawan.

 

TdP 19/07/2016 @ Purbamanik

Tour de pasien | Selasa 19 juli 2016 | Jl Purbamanik Bandung

ken

Samprazaan

Bertemu lagi dengan saya Ken Pradipta, kali ini saya akan mengabarkan kegiatan tdp, yang diadakan di jalan Purbamanik. Setelah selama bulan puasa tidak ada kegiatan tdp, akhirnya kegiatan tdp kembali diadakan selepas ramadhan. Para terapis sudah mengetahui jadwal tdp yang sehari sebelumnya sudah diinfokan oleh kang dani, untuk tdp hari selasa ini, yang datang ke titik guruminda ada 3 orang, yaitu kang sodik, kang iwan , dan kang ken.

Saya datang tepat pukul 09:00 pagi, sedangkan tuan rumah rencana memulai pukul 10:00, saya datang terlalu dini, tapi tepat pukul 09:15, tuan rumah membukakan pintu. Tak lama kang iwan datang dan para tetangga berdatangan pula, kami berdua pun mulai menerapi, sedangkan kang sodik akan menyusul karena di jalan subang masih ada beberapa pasien.

Sebenarnya saya ingin meliput, tentang testimoni pasien yang telah mengkonsumsi air atera premium selama bulan ramadhan, tapi karena waktu itu para terapis yang datang tidak banyak, akhirnya saya ikut menerapi sambil sesekali mengambil gambar. Saya dan kang iwan, masing – masing menerapi sekitar 15 pasien, kebanyakan adalah para ibu ibu muda, dengan usia dibawah 35 tahun, ada pula yang sampai berusia 45 tahunan.

Diantara mereka ada yang membawa anak kecil untuk ikut diterapi. Tak lama pukul 10:15, kang sodik datang dari , lalu semua pasien yang hadir, diterapioulang oleh kang sodik dan diantara mereka ada yang berkonsultasi, sambil menunjukan foto pasien dari handphone,untuk diterapi jarak jauh, kegiatan tdp ini berakhir pukul 12:30.

Sekian laporan tour de pasien yang bisasaya sampaikan kali ini, terima kasih kepada mthi, yang telah memfasilitasi kegiatan tdp ini, dan terima kasih pula kepada akang dan teteh, yang telah bersedia membaca laporan tdp yang singkat ini

tdp 19 juli 2016 hikmatul iman

Mohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan. Tetap nantikan laporan tdp selanjutnya, dengan lokasi dan kisah yang berbeda. Samprazaan.

TdP 01.06.2016 : Maraton Terapi di Guruminda dan PT Inti

ken

Samprazaan akang teteh. Bertemu lagi dengan saya ken pradipta, kali ini saya sebagai therapis dan tim media akan mengabarkan kegiatan tdp, titik pertama adalah di daerah guruminda, tepatnya di Jl.purbamanik. tepat pukul 09:00 wib, para therapis yang terdiri dari kang bismo, kang iwan dan kang ken sudah tiba di lokasi, kami langsung menerapi para pasien yang sudah menunggu, kira kira ada sekitar 20 an pasien yang kami terapi, rata rata ibu ibu berusia di bawah 40 tahun. Kegiatan selesai pada pukul 11:00.

Setelah itu kami langsung menuju PT. Inti yang terletak di perempatan moh toha, di lantai 6 sudah menunggu sekitar 20 orang karyawan yang siap diterapi, tak lama kang dani datang dan mendemonstrasikan air atera27 tentang perbedaan air mineral dengan air murni, kegiatan tdp dimulai tepat pukul 12:00, di luar dugaan ternyata banyak sekali anusias dari karyawan, sebenarnya kegiatan tdp ini hanya dijadwalkan sampai pukul 14:00, tapi karena karyawan dari lantai bawah banyak berdatangan maka kami melanjutkan sampai pasien habis, ada sekitar 70 an pasien dan kegiatan ini selesai pukul 18:30 wib, saya tidak sempat mewawancarai tiap pasien karena banyaknya pasien dan jumlah therapis yang masih kurang bahkan saking banyaknya, kang dani sampai ikut membantu menerapi.

Setelah selesai, kami langsung menuju ke jl.subang karena ada latihan rutin rabu malam, latihan kali ini tentang penyaluran dan merasakan energy juga belajar menemukan gerakan yang sesuai dengan mekanisme tubuh masing masing therapis. Latihan selesai pukul 21:30. Terima kasih akang teteh yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca laporan tdp yang singkat ini dan mohon maaf kalau masih ada kekurangan, tetap ikuti laporan tdp berikutnya dengan kisah dan tempat yang berbeda. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat. Samprazaan .

Di tim yang lain : Kang Asep, Ibu ikeu, dan Kang Endi juga melakukan TdP di titik Panghegar, sebuah titik TdP yang awal dibentuk dan telah menghasilkan banyak kabar gembira mengenai kemajuan tingkat kesehatan pasiennya.