Teknik Penanganan HIV

sodik

Kang, kebetulan saya menangani kasus HIV, mohon arahannya untuk metoda terapinya, serta penggunaan energi yang tepat guna . Nuhun Kang..

Pertanyaan ini terlontar dari alumni workshop terapis 9 April 2016 lalu, terima kasih kang.. pertanyaan akang memacu kami untuk membagikan informasi pada lebih banyak lagi terapis MTHI.

MTHI telah menangani 100+ kasus HIV dan beberapa diantaranya kasus AIDS. Dari kasus yang konsisten penanganannya, 36 diantaranya alhamdulillah menunjukkan hasil yang baik didukung dengan hasil laboratorium sebelum  dan sesudah penanganan.

Mari kita angkat salah satu kasus HIV+ yang kita tangani :

HIV hikmatul iman

Apakah yang disebut  CD4 ?

CD4 adalah salah satu jenis sel darah putih yang memiliki peran besar dalam melindungi tubuh dari infeksi. Dalam kasus HIV/AIDS, jumlah sel CD4 dalam darah digunakan untuk memprediksi seberapa baik sistem imunitas bekerja, makin banyak sel CD4 artinya kinerja kekebalan tubuh makin baikdalam melawan HIV atau infeksi lainnya.

Sel CD4 yang juga dikenal sebagai T-Cells atau T-Helper Cells memegang peranan penting dalam melawan infeksi karena sel inilah yang mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan sistem pertahanan tubuh saat mereka mendeteksi adanya benda asing seperti virus atau bakteri.

Saat seseorang terinfeksi HIV, virus mulai menyerang sistem pertahanan tubuh dengan cara  menghancurkan T-Cell. Virus HIV menggunakan mekanisme replikasi dari  T-Cell untuk menggandakan diri dan menyeber ke seluruh tubuh. Proses ini dinamakan daur hidup virus HIV.

Oleh karenanya pada saat pengecekan HIV, jumlah CD4 dalam darah merupakan indikator yang penting akan seberapa sehat diri kita dan seberapa jauh virus telah berkembang dalam tubuh pasien.

t sell

Standar jumlah CD4 *

CD4 pada seorang dewasa yang sehat berkisar dalam rentang 500 sel per mili meter kubik (500sel/mm3) hingga 1200 sel/mm3

Jumlah CD4 yang sangat rendah ( kurang dari 200 sel/mm3 ) adalah salah satu indikasi bahwa seseorang yang terinveksi HIV telah memasuki kriteria AIDS.

Teknik Terapi

Terapi untuk kasus HIV standar pengobatannya adalah dengan perputaran energi. Terapi HIV dilakukan dalam tiga tahap terapi :

#Tahap Pertama

Untuk tahap awal fokuskan energi di titik :

  1. Sepanjang tulang punggung dari mulai tulang leher hingga tulang ekor.
  2. Perut,
  3. Ulu hati
  4. Jantung

Untuk memudahkan, triknya bisa dengan membuat satelit memutar terlebih dahulu di titik – titik tadi kemudian disatukan saat kita menerapi dari kepala.

maksud disatukan adalah energi kita salurkan dari kepala langsung membentuk jalur yang menghubungkan titik – titik tersebut sehingga prosesnya sekali penyaluran langsung multi titik. Jadi fungsi satelit adalah sebagai penanda energi harus bergerak ke arah mana.

Satelit energi dibagian inti tadi diprogram untuk mengobati terus menerus.

#Tahap Kedua

Tahap berikutnya setelah bagian inti diperkuat,  pegang kepala belakang  dan ulu hati. Sebarkan energi keseluruh tubuh dan simpan energi dibawah kulit pasien. Pada saat menerapi, bayangkan energinya berputar.

#Tahap Ketiga

Setelah penguatan titik inti dan penguatan seluruh tubuh, niatkan penghancur virus. Kemudian buat satelit di tubuh pasien berputar dan melakukan pengobatan otomatis. Jumlah pengobatan otomatis disesuaikan, dapat diniatkan satu kali hingga 10 kali per hari.

divider

*  sumber : www.aids.gov

Silakan tinggalkan pesan